Trusted Platform Module

TPM adalah chip/microcontroller yang mampu melakukan enkripsi suatu kunci (key) atau password pada suatu sistem. Enkrispi ini dilakukan pada level hardware. Ada banyak jenis enkripsi yang digunakan. Ada yang menggunakan RSA, DES atau bahkan enkripsi yang mengunakan lebih dari 64 bit. Weleh, jadi inget lagi neh mata kuliah ‘Kriptografi’ yang diajarkan oleh Pak Deni. tapi udah banyak lupanya, ketimbang ingetnya. Mata kuliah yang cukup susah, soalnya kita mesti paham berbagai algoritma enkripsi. Nama-nama istilah enkripsinya saja udah lupa. Yang masih rada inget, apa itu ‘plain text’ apa itu ‘chiper text’, ‘encryptor’ dan ‘decryptor’. Terus apa lagi ya? walah, buku dan ebooknya juga udah pada hilang, gara-gara komputerku ada yang nyuri di kosan. Yasudah, kapan-kapan mesti belajar lagi. Oia, salah satu implementasi dari kriptografi bisa dilihat implementasinya di web https://www.klikbca.com yang menggunakan SSL 128 bit. Lihat aja URL-nya juga pake https (hypertext transfer protocol secure).

Nah, TPM yang diimplementasikan dalam hardware ini pertama saya kenal saat training Dell, diperkenalkan oleh Terence Ong. habis itu kucoba cari-cari informasi di google dan banyak sekali yang menjelaskannya. ya ya.. masih banyak yang harus kupelajari mengenai IT ini.

Advertisements

Be Aware of Global Warming

Ada banyak sekali bencana alam yang terjadi 5 tahun terakhir. Para pengamat lingkungan mengatakan bahwa kejadian tersebut diaksibatkan oleh pemansan global. Global warming ini mengakibatkan ketidakteraturan alam semseta dan isinya. Cuaca bumi menjadi panas, es di kutub mencair dan terjadi perubahan iklim yang sangat drastis.  Tentunya akan berimbas pada berbagai sektor. Sektor pertanian misalnya, para petani akan sangat kesulitan dalam menghadapai perubahan cuaca sehingga akan sulit menentukan kapan waktu tanam dan kapan waktu panen. Hal ini tentunya akan berdampak buruk dalam tata perubahan iklim global, termasuk Indonesia.

Konferensi Tingkat Tinggi tentang perubahan Iklim di Bali nampaknya hanya menjadi “cacatan” yang dimuseumkan. Tak jelas lagi apa implikasi dan tindakan selanjutnya. Hingar-bingar penanaman sejuta pohon oleh menteri kehutanan, presiden dan stafnya ternyata tidak berdampak pada kesadaran masyarakat dan tentunya kesadaran para pejabat lainnya. Sejuta pohon yang konon ditanam di indonesia bahkan sampai di pinggir-pinggir jalan itu tidak begitu nampak sejuta jumlahnya. Bisa kita lihat di sekitar jalan, meskipun memang ada peophonan yang baru ditanam namun nampaknya belum ada manajemen pemeliharaannya. Kenapa demikian? mari kita tanya diri kita masing – masing.. Sudahkan kita sadar akan dampak dari pemansan global? jika sudah, maka paling tidak dengan menanam pohon dan merawatnya akan ada sedikit pengaruh terhadap penurunan global warming.