CCNA: Detik-detik Ujian

Berbekal tekad yang kuat, seminggu sebelum ujian 21 Januari 2011. Saya mengajukan cuti ke atasan dengan alasan ada keperluan pribadi (memang bener, saya mau ada keperluan pribadi yaitu ujian CCNA 640-802 🙂 ). Ternyata gayung bersambut, sedikit cuap-cuap sama si Division Manager, saya mengajukan cuti. Alhamdulillah, disetujui.

Singkatnya sepulang kantor sekira jam 6.30 langsung mandi dan makan malam. Selepas Isya, dilanjutkan dengan membaca-baca materi CNAP, ya maklum tidak pernah ikutan training karena tidak ada dana yang cukup. Jam 11 malam ditutup dengan merebahkan badan di kasur di kamar kosku tercinta 😛

Pagi-pagi bangun, ngeteh dan sarapan beberapa biskuit dan sedikit baca-baca lagi soal-soal latihan. Lalu jam 10:30 langsung sarapan dan makan siang dirapel 😀

Jam 11: 10 pagi itu, 28 Januari 2011 siap-siap menghidupkan sepeda motorku dan meluncur ke lokasi ujian di fakultas Teknik UI Salemba. Pas banget nyampe sana adzan Jumat akan segera berkumandang. Sholat Jumat segera dimulai, berdoa dengan khusyuk memohon agar dimudahkan segala urusan.

Selepas Jumatan, bertanya sama Bapak Security yang berjaga di sekitar mesjid ARH UI. Beliau pun menunjukan arah Gedung C Fak. Teknik UI.  Kebetulan lokasinya tidak jauh dari Mesjid ARH, ya sekitar 50 meter di samping kiri mesjid. Lalu duduk di depan pintu masuk sembari minum sebotol air berwarna.

Terlihat ada beberapa orang yang sedang menunggu di depan pintu dan ku yakin mereka bukan mahasiswa UI. Segera saja ku ajak ngobrol, dan ternyata 2 orang dari mereka akan ujian yang sama. Satu orang diantaranya akan mendaftar training CNAP di UI Salemba ini. Dia seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang sedang membuat skripsi dan sembari skripsi ikutan training CNAP. Saya cukup kaget juga ternyata harga training CNAP regular selama 10 bulan itu lumayan besar. “Teman” yang satu ini rela menjual Yamaha Vixionnya untuk biaya training. Luar biasa bro. Semoga sukses ya buat “temen” yang satu ini!!.

Sedangkan dua orang yang akan ujian ini lain lagi ceritanya. Mereka dikabari untuk ujian seminggu sebelumnya oleh si Bos kalau mereka mesti ujian tanggal 28 Januari, kabarnya mereka dibayarin vendornya. Maklum kantor mereka membeli cukup banyak produk Cisco, jadi dapat bonus gratis ujian. Wah mantaps. Sedangkan si Bosnya dan beberapa orang temennya sudah ujian Selasa lalu namun sayang mereka semua belum berhasil 😦

Tepat Jam 13:30 WIB kami masuk ke ruang pendaftaran, kroscek ID card (KTP dan SIM) lalu membubuhkan tandatangan mennggunakan pulpen elektronik (apaan ya namanya??awak masih katro). Setelah itu kami difoto secara bergiliran ( ga boleh pake kacamata, semuanya polos hehehe..) lalu saya membereskan administrasi yang belum selesai (bayar uang administrasi 150 rebu, sebab saya memang daftar ujian menggunakan voucher 🙂 ) hehehe lumayanlah menghemat.

Setelah itu, siap-siap memasuki ruang ujian. Sebelum memasuki ruangan, kami disuruh meletakkan semua (tas,dompet, HP,bahkan pulpen dan alat tulispun tak boleh dibawa masuk ke ruangan. Hanya kacamata saja) sebab semua sudah disiapkan (pulpen/spidol, kertas yang bisa dihapus, komputer dll). Wah, saya setuju untuk hal ini. Semua mesti murni, ga boleh ada hal-hal yang memungkinkan terjadinya kecurangan.

Memasuki ruangan, AC cukup dingin. Terpampang di depan saya seperangkat PC plus peredam suara. Di tembok tepat depan saya, terpampang leaflet bertuliskan “ga boleh ada cheat atau bentuk kecurangan lainnya” (kurang lebih begitu bahasa indonesianya). Lalu di sebelah atasnya lagi terpampang CCTV untuk mengawasi gerak-gerik peserta yang dimonitor oleh Ibu pengawas ujian via layar monitor di ruang lainnya.

Dimulai dengan tutorial ujian terdiri dari pilihan ganda, pilihan banyak/optional, simulasi. Saya baca beberapa hal sampai waktu tutorial selesai (20 menit).  Selanjutnya memasuki detik-detik mendebarkan. Ternyata jumlah soal adalah 50. Satu persatu soal dilewati meski ada beberapa soal yang jawabannya masih ragu. Memasuki soal ke 30an, bertemu dengan soal simulasi EIGRP yang tidak bisa saling bertukar info mengenai routing table, eh ternyata 2 buah router tidak memiliki kesamaan AS number. Setelah diganti dan disamakan AS numbernya, barulah bisa saling berbagi routing table 🙂 ah ternyata soal ini menghabiskan waktu 25 menit, sebab saya cek sangat teliti. Maklum, soal-soal tidak bisa direview atau diperbaiki lagi jika sudah diisi jawaban. Waduh, bikin saya nervous saja.

Segera saja meluncur ke soal-soal berikutnya; RSTP, VTP, VLAN dan beberapa wireles (2-3 soal)dan IPV6 (sekitar 2-3 soal). Karena agak “terganggu” dengan waktu, saya agak ngebut mengerjakan soal-soalnya. Soal simulasi switching (RSTP,VTP) dan troubleshoot switch lainnya agak kurang yakin, jadi banyak lupa command troubleshoot di cisco switch.

Mulai hopeles, sebab 1 soal RSTP terakhir tidak sempat dijawab berhubung waktu yang sudah habis.  Finally, menekan tobol End Exam. Lalu terlihat si Ibu pengawas menghampiri dan menyuruhku menekan tombol “Yes” untuk konfirmasi. Berharap-harap cemas dan menunduk sambil menutup mata. Tanpa melihat hasilnya berapa skor akhir dan apakah lulus atau tidak. Akhirnya, si Ibu yang bilang: “kamu lulus kok!, itu tadi hasilnya keluar nilainya ….”.

Wah, awak sempet kaget bercampur seneng. “ah yang bener Bu?”. Si Ibu hanya menjawab,”nanti aja lihat hasil printoutnya di depan”. Segeralah saya keluar ruangan dan si ibu yang satunya memberikan kertas yang mesti ditandatangani yang menyatakan kalau peserta yang tertera namanya telah selesai ujian. Lalu ia menyerahkan kertas printout hasil ujian sebanyak 2 halaman. Isinya: skor, ukuran statistik hasil ujian,Cisco ID dan keterangan lainnya.

Alhamdulillah, saya lulus.

Bagaimana dengan 2 orang peserta lainnya??Bertanya dan ngobrol-ngobrol sebentar.. Namun sayang, temen-temen yang ku kenal beberapa jam lalu ini belum berhasil. Semoga mereka bisa berhasil di attempt berikutnya. Good luck!!

Advertisements

6 thoughts on “CCNA: Detik-detik Ujian”

  1. boleh mas… kalo no hp ntar japri aja ya via email. email/YM saya zhe_miracle[at]yahoo[dot]com. intinya kalo persiapan ujian, mesti mau maksaain diri belajar materi CCNA tiap hari minimal 2 jam dan latihan config ya minimal pake Packet Tracert/gns3. ga susah kok ujian itu 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s