Ranah 3 Warna

Ku kira ‘3 warna’ yang dimaksud adalah danau tiga warna yang ada di pegunungan Rinjani — pegunungan yang ingin sekali saya daki suatu waktu. Eh ternyata bukan.

Membaca novel ini cukup waktu. Novel setebal 469 hal ini cukup menyita waktu soreku di sini. Tanpa sengaja, saat saya mengelilingi sumbar, yang kebetulan ada salah satu lokasi pekerjaan di Maninjau. Saya teringat, kata Maninjau ini pernah saya baca di novel Negeri 5 Menara. Maninjau adalah tempat kelahiran si penulis novel tersebut. Dan kebetulan, Manijau adalah satu site –tepatnya Shelter– terakhir yang saya dan tim kunjungi untuk dilakukan instalasi perangkat telekomunikasi di salah satu PLTA di Maninjau.

“Maninjau, sebuah wilayah di Kabupaten Agam Sumatera barat. Lokasinya dikelilingi oleh perbukitan–mungkin ini yang dikenal dengan ‘bukit barisan’.”

Saya pun terbersit untuk mengunjungi toko buku di sekitar Padang. Segara saja di Rabu siang meluncur ke pusat kota diantar seorang teman dan drivernya ke lokasi. Saya pun terhanyut melihat-lihat buku-buku yang tertata rapi berdasarkan topik dari ekonomi sampai sastra. Segera saya meluncur ke gerai sastra. Tanpa pikir panjang, saya ambil satu novel karya A. Fuadi.

Seperti biasa sebagaimana tips dan trik salah seorang sahabat di Depok bahwa jika kamu mau baca buku lakukanlah hal-hal berikut:

1. Baca tulisan di balik cover buku belakang

2. Baca pengantar

3. Baca daftar isi

4. Baca/lakukan skimming atau baca dari bab 1 sampai terakhir jika topik buku itu benar-benar tidak kamu pahami.

5. Ambil kesimpulan dan tuliskanlah

Segera saja saya melakukan tips dan trik dari sahabatku ini. Hmm, ternyata buku ini benar-benar sambungan dari buku pertama: Negeri 5 Menara.

Tokoh utamanya adalah Alif, seorang alumni Pondok Madani di Ponorogo, Jawa Timur– salah satu kota yang pernah saya singgahi saat backpacker, juga beberapa tokoh lainnya di Negeri 5 Menara juga teman semasa SMP, Randai.

Selepas lulus dari Pondok Madani (PM), dia segera pulang ke kampung halamannya di Maninjau untuk bersiap-siap menyongsong impiannya untuk bisa kuliah di ITB, seperti Habibie, lalu belajar di Amerika.

Hambatan pertama muncul ketika dia baru menyadari bahwa syarat untuk masuk ITB adalah lulus UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri), sekarang namanya berubah — SPMB (2002) lalu SNMPTN (2009 kalo tidak salah). Untuk bisa mendaftar di UMPTN, syarat pertama adalah harus punya ijazah SMU/sederajat. Nah, sayangnya PM tidak mendapatkan ijazah setaraf SMU. Untuk itu ia kembali harus berjuang agar bisa mendapatkan ijazah SMU atau persamaan derajat. Ia pun kembali ditantang untuk merubah nasib, seorang santri yang mungkin di PM tidak diajarkan Matematika, fisika dsb. Kini ia mesti berjuang agar lulus dari ujian persamaan SMU/MA/SMK.

masih ada waktu 2 bulan lamanya untuk mengejar ketertinggalan dari Randai yang sudah terlebih dulu kuliah di ITB. Ia pun terus berjuang untuk bisa lulus dengan terus memotivasi dirinya dengan mahfuzhat yang pernah diajarkan di PM ‘man jadda wajada’. Rumus ini pun cukup manjur untuk mengenjot semangatnya, meski orang lain meragukan kemampuannya untuk lulus sebab banyak materi SMU yang tidak pernah diajarkan di PM. Orang tuanya pun tak henti menyemangati dan terus medoakannya. Belajar dan belajar tak kenal lelah, tak kenal waktu bahkan Alif sampai mengurung di kamar selama masa persiapan itu. Buku-buku pelajaran pun dtumpuk-tumpuk dari kelas 1 sampai kelas 3.

Perjuangan pun berbuah manis, ia lulus dengan nilai rata-rata 6.5. Alhamdulillah. Namun, tantangan kedua sudah di depan mata. Ia harus menghadapi UMPTN yang tinggal sebentar lagi. Ia mesti berebut dengan 450.000 peserta UMPTN seluruh Indonesia yang akan memperebutkan 15% kursi di PTN. Mampukah Alif menggapai mimpi-mimpinya??bersambung

Advertisements

2 thoughts on “Ranah 3 Warna”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s