Elegi di pagi hari

Iblis pun tersenyum ketika Adam berhasil diperdayainya agar mendekati dan memakan buah khuldi terlarang. Padahal Tuhan pun telah melarang keras mendekati pohon tersebut. Apalagi memetik dan memakan buahnya. Apakah karena cinta kepada Hawa? hmmm,… Cinta kadang membutakan siapapun.

Iblis dan masyarakat pun tertawa ketika Habil dan Qabil berebut seorang perempuan yang saling dicintainya bahkan syetan tertawa puas ketika salah satu dari keduanya terbunuh karena hasutan iblis.

atau ketika Majnun tergila-gila kepada Laila, hingga ia benar-benar seperti orang gila yang melafalkan bait-bait eleginya di setiap saat, dan dimana-mana. Mengharap cinta dan kasih dari sang Laila. Kasih tak sampai. Continue reading “Elegi di pagi hari”