Belajar Bahasa Prancis

Sudah beberapa bulan ini belajar dan les bahasa Prancis di CCF, sayangnya kemampuan bahasa yang satu ini begitu lambat saya rasakan. Sedikit sekali progressnya. Padahal bahasa ini mirip-mirip dengan Bahasa Arab dari sisi struktur dan sistematikanya. Kadangkala jadi malas buat lanjutin ke level selanjutnya kalau susah hapalannya. Tapi mau apa dikata, saya perlu belajar bahasa ini.  Mungkin tahun depan perlu belajar Jerman juga.

Berbeda dengan belajar waktu masih kecil saat SD, perasaan belajar sesuatu yang baru itu cepet sekali masuk di kepala. Tapi sekarang, Continue reading “Belajar Bahasa Prancis”

Advertisements

Cisco Logs: Gig0/1, Late Collision

Apa ada dalam pikiran network engineer saat melihat log berikut:

TSEC-5-LATECOLL: Gi0/1, Late collision
Dec 28 23:01:15 GMT: %Pqrstuvw-hide-5-LATECOLL: Gi0/1, Late collision
Dec 28 23:05:08 GMT: %Pqrstuvw-hide-5-LATECOLL: Gi0/1, Late collision

‘Makhluk’ apalagi yang sedang menguji router gw. LATE COLLISION! Continue reading “Cisco Logs: Gig0/1, Late Collision”

Cisco Router hacked?

Hey, I was very shock when I logged to my router Cisco 3925. I was trying to find out solution because of my Internet did not work. All users cannot have any access to Internet. Ya, troubleshoot!

Myrouter001#sh user

Line                User       Host(s)              Idle       Location

*644 vty 0     myuser  idle                 00:00:00 x.x.x.x

646 vty 1       root         idle                 00:00:00 203.195.99.146

Interface    User               Mode         Idle     Peer Address

Look at my online user who logged to my router. Continue reading “Cisco Router hacked?”

semua tak sama

Sore hari minum kopi hitam pahit kadang dengan sedikit gula dan ditemani buku yang belum sempat dibaca. Buku yang dibeli beberapa minggu lalu.

Membaca buku kadang diselingi memetik gitar dan menyuarakan beberapa liriknya meski dengan suara yang sangat sumbang. Tapi biarlah terus menyanyikan lirik ini, hingga asa ini terlepas atau membeku. Gitar yang ku bawa sejak masa indah dulu di Jatinangor. Di kampusku tercinta.

Ya, membaca buku, menulis di blog, dan mendendangkan lagu diiringi petikan dan panduan kord gitar. Itu adalah sebuah pelepasan hasrat, asa dan harapan, kawan. Padi, begitu indah membuat karya dan seni bermusik. I do love your music.

Engineer has no love, no life and no party [part 2]

I’m engineer, I have no love, no life, and no party

Lagi-lagi kalimat itu ku kutip. Sepertinya memang itu adanya. Engineer sepertinya sangat sibuk bekerja, bahkan tak ada waktu untuk kehidupan sosialnya (bersosialita, red) apalagi mencari cinta dan pasangan. Upss,, jadi curhat hehehe…Engineer, mencari hiburan pun sangat jarang. Mungkin hanya nonton pilem, baca buku atau sekadar naik gunung dan ngopi di warung kopi.

Coba bayangkan, Continue reading “Engineer has no love, no life and no party [part 2]”

A thousand years

…..

I have died everyday waiting for you

Darlin’ don’t be afraid

I have loved you for a thousand years

I’ll love you for a Thousand more

….

Begitulah kira-kira jika kita mencintai sesorang begitu dalam dan terlalu jauh. Pun terjadi dalam lirik lagunya Christina Perri, I’ll love you for a thousand more. Love is absurd!

So, cinta yang begitu dalam adalah perangkap. Perangkap menuju kesedihan, kegalauan. Maka dari itu, menurut pemahaman dan pengalaman, jangan mencintai orang lain terlalu dalam dan jauh. Cinta itu mesti dialamatkan kepada istri atau suami kita yang sah. Sah secara hukum agama dan/atau negara.

Cinta yang dalam itupun tak perlu dialamatkan kepada pasangan sah kita, namun cinta yang begitu ‘dalam’ itu mesti dialamatkan dan dialokasikan untuk Tuhan, sang kholiq, sang pemilik cinta. Karena cinta macam itu adalah lah cinta yang benar, cinta yang shahih, cinta yang hakiki. Cinta yang ini bukanlah cinta yang absurd.

toefl: kalibrasi bahasa inggris

Ah, tahun ini kemampuan bahas inggrisku sudah menurun, terbukti ujian TOEFL minggu lalu terasa sulit. Dan esok adalah hasilnya akan keluar. TOEFL! Ya, ujian bahasa inggris; TOEFL ITP. November tahun lalu cuma dapat 500, nah entahlah tahun ini dapat berapa skor toefl saya.

Kenapa perlu dikalibrasi?, sebab kemampuan kita perlu diupdate, perlu dicek ulang, perlu diuji supaya standar. Oh, standar! lagi-lagi sangat kuantitatif cara berfikirku. Ini gara-gara belajar statistik dan matematik 😦 Tentu bagiku, ujian adalah satu proses yang mesti dilalui agar kita bisa tahu apakah kita masih berada di titik ‘itu’ atau sudah berubah. Supaya bisa diketahui titik ekstrim dan titik beloknya dimana. Ibarat fungsi matematik, misalnya fungsi parabolik. Pasti ada titik ekstrim dan juga titik belok.

Ujian kemarin cukup banyak vocab yang sangat susah dan belum ada dalam database otakku. Nampaknya akan menghasilkan skor yang kecil, mungkin di bawah 500. Sungguh suatu kemunduran. Nah ini yang saya sukai. Evaluasi, kawan. Artinya jika skornya di bawah 500 berarti ada kemunduran dalam kualitas berbahasa inggris. Sebaliknya, perlu banyak belajar lagi.

Kenapa juga belajar bahasa? simple saja seh. Memompa kecerdasan linguistik. Siapa tahu kecerdasan linguistik saya meningkat. Sebab selama ini hanya berkutat di kecerdasan kognitif. ya, itulah otak kiri, otak dominan para orang-orang eksak (IPA).