Membaca adalah penawar galau dan sedih, anakku!

Berkunjung ke kediaman sang guru adalah tradisi lama yang pernah saya lakukan. Namun sudah beberapa tahun ini saya tidak pernah mengunjungi dan bersilaturahim dengan beliau. Kami pun larut dalam diskusi dan cerita-cerita masa lalu yang begitu berkesan.

Suatu obrolah, ku ajukan beberapa pertanyaan sesaat setelah mengamati koleski buku-buku beliau yang begitu banyak dan variatif. Beberapa topik terlihat menarik untuk dibuka dan dibahas.

Me: Ustadz, Apakah penawar bagi kegalauan dan kesedihan?

Ustadz: membaca adalah penawar dari syaqowah (luka, sedih, galau, merana,  dst). para ulama terbiasa membaca dan menulis berbagai ‘kegalauan’ yang datang menerpanya baik yang datang dari dalam maupun dari luar baik sifatnya personal maupun permasalahan sosial.

Me: Lalu bolehkah kita galau dan sedih?

Ustadz: hmm…, setiap manusia punya qolbu dan akal. Setiap manusia punya pengalaman dan pengamalan dalam menyikapi persoalan yang di hadapi baik oleh dirinya, keluarganya maupun ummat. Jika galau atau sedih itu dilarang, bukankah para ulama juga pernah ‘galau’? bahkan para nabi dan rasul pun pernah menghadapi kegalauan dan kesedihan yang mendalam.  Ibnu Sina menulis kitab ‘tibbun nabi’ ketika menghadapi kenyataan banyaknya pengobatan yang mendekati kemusyrikan, atau ketika Ibnu Rusyd menghadapi kenyataan bahwa banyak para ulama yang sangat dogmatis dalam memahami beberapa persoalan filosofis-teologis. Atau bantahan dari sang Hujjatu Islam Al Ghazali ‘Tahafut falasifah’ terhadap para filosof? Bukankah beliau pun ‘galau’ dalam menghadapi persoalan ummatnya?

Atau ketika Ibrohim AS. pun sempat ragu dan galau ketika Ismail mesti disembelih, apalagi sang Istri mencoba memintanya untuk mempertimbangkan keputusan itu. Sayang, cinta adalah godaan. Syariat dari Alloh swt mesti tetap dilakukan di atas segala.

Ingat kisah Nabi Ayub A.S.? Bukankah beliau pernah menghadapi kesedihan ketika sang istri meninggalkan beliau saat ia terkena ujian (sakit)?  atau Rasululloh Muhammad pun begitu sedih ketika Pamannya dipanggil sang Kholik? atau ketika anak laki-laki beliau dipanggil oleh Alloh swt. Bahkan semakin bersedih ketika sang istri tercinta Khodijah Az zahhro meninggal dunia?

Maka beliau-beliau pun dijuluki rasul ulul azmi.

Tentunya, kita ini manusia biasa. Maka galau pun sangat mungkin menghampiri hati kita.

Namun apakah terus-menerus galau? bagaimana beliau merecovery kesedihan-kesedihan tersebut? munajat kepada Alloh swt, bersabar bahwa ini adalah ujian, tawakal dan berdoa kepada-Nya. Salah satu penawar galau dan sedih adalah membaca.

Me: Lalu, buku apa yang ustadz rekomendasikan untuk dibaca?

Ustadz: Coba kamu baca karya-karya Al Ghazali seperti ‘Ihya ulumuddin’, atau ‘kimiyaau as sa’adah’. Selain itu bisa dibaca karya-karya ulama klasik lainnya seperti karya Ibnu Qoyyim atau Ibnu Hazm.

Me: Bukankah karya-karya mereka berbahasa Arab? saya sudah banyak lupa mahfudhot dan gramatika bahasa ini. Apakah ustad punya karya terjemahannya, bolehkah saya pinjem 🙂

Ustadz: astaghfirulloh, kenapa melupakan bahasa arab? bukankah saya pernah berpesan, sampai kiamat pun ente harus tetap mengingat ilmu nahwu shorof di dalam sanubarimu. hmmm… ente ini kan punya kamus. Lagi pula kenapa ente ga mulai belajar lagi jika memang sudah banyak yang lupa. Inilah momentumnya! menguasai bahasa arab ini sebagai pintu terhadap pemahaman-pemahaman ilmu-ilmu keislaman dan karya-karya ulama klasik lainnya. Mencari ilmu dan pengetahuan adalah kepuasan dan kebahagian yang paling tinggi.

Me: Insya Allah, tad. Terima kasih atas pencerahannya. Mohon doanya.

Ustadz: Insya Allah, didoakan anakku.

Kucium tangannya dan berpamitan. Tubuhnya sudah tak begitu segar lagi sebagaimana dulu 15 tahun yang lalu. Rambutnya sudah beruban semuanya, kulitnya mulai keriput namun ingatan dan matanya masih sangat awas dan tajam. Bibirnya masih terus melantunkan bait-bait zikir kemana pun beliau pergi. Allohummarhamhu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s