toefl: kalibrasi bahasa inggris

Ah, tahun ini kemampuan bahas inggrisku sudah menurun, terbukti ujian TOEFL minggu lalu terasa sulit. Dan esok adalah hasilnya akan keluar. TOEFL! Ya, ujian bahasa inggris; TOEFL ITP. November tahun lalu cuma dapat 500, nah entahlah tahun ini dapat berapa skor toefl saya.

Kenapa perlu dikalibrasi?, sebab kemampuan kita perlu diupdate, perlu dicek ulang, perlu diuji supaya standar. Oh, standar! lagi-lagi sangat kuantitatif cara berfikirku. Ini gara-gara belajar statistik dan matematik 😦 Tentu bagiku, ujian adalah satu proses yang mesti dilalui agar kita bisa tahu apakah kita masih berada di titik ‘itu’ atau sudah berubah. Supaya bisa diketahui titik ekstrim dan titik beloknya dimana. Ibarat fungsi matematik, misalnya fungsi parabolik. Pasti ada titik ekstrim dan juga titik belok.

Ujian kemarin cukup banyak vocab yang sangat susah dan belum ada dalam database otakku. Nampaknya akan menghasilkan skor yang kecil, mungkin di bawah 500. Sungguh suatu kemunduran. Nah ini yang saya sukai. Evaluasi, kawan. Artinya jika skornya di bawah 500 berarti ada kemunduran dalam kualitas berbahasa inggris. Sebaliknya, perlu banyak belajar lagi.

Kenapa juga belajar bahasa? simple saja seh. Memompa kecerdasan linguistik. Siapa tahu kecerdasan linguistik saya meningkat. Sebab selama ini hanya berkutat di kecerdasan kognitif. ya, itulah otak kiri, otak dominan para orang-orang eksak (IPA).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s