Engineer has no love, no life and no party [part 2]

I’m engineer, I have no love, no life, and no party

Lagi-lagi kalimat itu ku kutip. Sepertinya memang itu adanya. Engineer sepertinya sangat sibuk bekerja, bahkan tak ada waktu untuk kehidupan sosialnya (bersosialita, red) apalagi mencari cinta dan pasangan. Upss,, jadi curhat hehehe…Engineer, mencari hiburan pun sangat jarang. Mungkin hanya nonton pilem, baca buku atau sekadar naik gunung dan ngopi di warung kopi.

Coba bayangkan, Natal dan akhir tahun ini pun gw mesti standby di customer telekomunikasi. Orang lain liburan. Siap-siap kalau terjadi masalah pada perangkat telco. Siapa tahu saat Natal atau tahun baru ini tiba-tiba jaringan provider GSM mati. Traffic internet tiba-tiba down karena ada kesalahan teknis atau anomali. Oh, bisa bikin repot.

Hidup jadi tak normal. Setiap ada kerjaan yang sifatnya kritikal, mesti di atas jam 00:00. Tentu kalau selesainya cepat maka kita bisa tidur nyenyak namun jika sampe jam 4 subuh belum kelar, pasti kita akan siap-siap begadang sampai siang dan tidur pun tak akan tenang. Jam tidur pun berubah, mestinya tidur jam 9 malam dan bangun jam 5 pagi. Ini berbanding terbalik. Tidur mulai jam 5 dan bangun jam 12 siang.

Kalau pun malam ga ada kerjaan, maka ngantor datang kesiangan. Orang lain pada umumnya jam 8 udah  masuk kantor, maka engineer jam segitu baru bangun. Jam 10 atau 11 baru nyampe kantor, hehehe.. Ya, mau ngeles apalagi sama management. Faktanya begitu. Abisnya jam 1 malam masih blom ngantuk, lalu bangun subuh masih ngantuk dan akhirnya lanjut tidur hingga jam 8 pagi. Tentu ini anomali, kawan!.

Kenapa engineer sulit tidur cepat? entahlah, gw juga ga tahu. Ya, kadang cuma browsing-browsing atau baca configuration guide atau sekadar menyimak video tutorial atau sekadar nonton bola atau bikin dokumentasi dan guidance sebagai bagian dari pekerjaan. Jika kamu tak belajar atau membaca configuration guide, bisa repot nanti di depan customer ditanya ini itu. Kalo tak punya ‘persenjataan’ maka kami akan malu di depan customer karena tak mampu menjawab masalah yang mereka ajukan.

Selain itu hari Sabtu kadang dipake untuk istirahat total di atas kasur hingga matahari terbenam. Itu jika tak ada kerjaan di customer atau tidak sedang ke luar kota.Ya kadang si PM suka juga nyuruh ke luar kota pas mau weekend, ya mau ga mau sabtu-minggu kadang berada di daerah orang. Kadang, suka ngiri juga sama orang lain: orang lain bisa malam mingguan (baca:pacaran), ah engineer malah berkutat dengan pekerjaan yang diburu deadline. So, kapan punya pacar? kapan punya istri 😦

Memang ini anomali, mudah-mudahan tidak terjadi di tempat lain. Umumnya, engineer di tempatku bekerja ini ga jelas ‘statusnya’. Usia sudah 25+ tapi tak kunjung punya pacar apalagi istri hehehe. Ini entah nasib apa idelogi jombloisme. Begini kata seorang teman:

jomblo itu nasib, single itu prinsip. Hahahaha..!

Padahal secara penghasilan, ya lumayanlah. Ga kecil-kecil amat. Tapi lebih baik beberapa kali lipat dari UMR Jakarta. Belum lagi kalau overtime, standby atau ada kerjaan di luar kota. Tentu kalau buat persiapan nikah itu sudah cukuplah ya. Anehnya banyak juga teman-temanku yang belum beranjak dari kejombloannya.

“Masalahnya, ada perempuan yang mau dinikahi ga ama engineer?” begitu celoteh temanku.

Ku balas saja, “ya kalo kita ga nyari dan kerja terus model engineer, mana ada perempuan yang nyantol. Problem kita udah jelas, belum nyari!. Kita terlalu asik dengan dunia engineer!. Perempuan itu harus dicari. Jangan nunggu didatangi. Kalo perempuan ya wajar dicari, lalu biarkan dia memilih”.

“ah teori mulu loe, loe kapan married? hahahaha.” kami pun tertawa getir, menertawakan kelakuan kami yang tak kunjung menikah.

Kadang mengkhawatirkan juga. Usia udah 25+ dan plus namun masih ga jelas statusnya. Kadang jadi bahan ejekan teman-teman yang sudah berkeluarga. Apalagi saat ini sudah mendekati akhir tahun. Makin panas aja kuping ini jika sudah disindir ga nikah-nikah.

Dulu selagi di kampus, gw terlalu sibuk beraktivitas di dunia kampus; berorganisasi dan bertualang. Jadi ga sempet nyari pasangan 🙂 Setelah keluar kampus dan ternyata nasibnya belum berubah. Sebenarnya, bagiku sendiri kalau sudah ketemu wanita yang pas maka besok akad nikah pun tak jadi masalah. Swear deh!

Selain itu, ini masalah prinsip. Gw ga mau pacaran, nanti aja pacarannya pasca nikah, biar lebih afdhol. Ini lebih syariah loh 😀

Ya begitulah kehidupan engineer. No love, no life and no party!

Advertisements

5 thoughts on “Engineer has no love, no life and no party [part 2]”

  1. Kerja di alat berat untuk Migas juga begitu. Kebiasaan kerja 2:1 atau 4:2 cuman on paper, kalu jadi Coordinator tetap full 24/7. Bahkan bisa bergadang 2-3 malam berturut-turut kalu sudah rig move he he he. Tapi kalu sudah cinta pekerjaan ya resiko 🙂 Semangat!!

  2. Ha ha ha bukan Mas ini tapi mBak 🙂 Duit banyak tapi kalu pengeluarannya bocor sama juga bodong. Lucunya buat orang seperti engineer, duit itu bukan keluar buat baju/salon/ke mall tapi biasanya buat travelling, modifikasi motor, gadget/game dll dan pertanyaan yang paling sering saya dengar adalah ‘duit banyak tapi kalu jalan bajunya kok ya kaos oblong atau hem terus’ kwakwakwak

  3. Baca postingan ini karena iseng googling ttg punya pasangan seorang engineer.
    Kalo mas posting-nya dr sisi si pria, saya sebagai sisi perempuan juga ngerasa “ngenes” saat pacaran dgn seorang engineer. Jaraaaaaang bgt waktu untuk pacaran krn dia sibuk di depan laptop-nya..bahkan saat weekend, bahkan saat subuh atau tengah malam.
    Buat perempuan2 yg pasangannya engineer, harus kuat2 deh. Ga boleh manja, lemah, dan harus kuat. Kalo ga yah pasti hub. berantakan.

    Hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s