semua tak sama

Sore hari minum kopi hitam pahit kadang dengan sedikit gula dan ditemani buku yang belum sempat dibaca. Buku yang dibeli beberapa minggu lalu.

Membaca buku kadang diselingi memetik gitar dan menyuarakan beberapa liriknya meski dengan suara yang sangat sumbang. Tapi biarlah terus menyanyikan lirik ini, hingga asa ini terlepas atau membeku. Gitar yang ku bawa sejak masa indah dulu di Jatinangor. Di kampusku tercinta.

Ya, membaca buku, menulis di blog, dan mendendangkan lagu diiringi petikan dan panduan kord gitar. Itu adalah sebuah pelepasan hasrat, asa dan harapan, kawan. Padi, begitu indah membuat karya dan seni bermusik. I do love your music.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s