Curug Sidomba

Wiken minggu lalu saya habiskan di kampung, ambil cuti 2 hari – Jumat & Senin. Sayangnya si Ibu Account Manager nyuruh saya presentasi project baru di customer pada hari Senin. Kalau tidak ikut, PO bisa-bisa dibatalkan. Ah, terpaksa saya cuma bisa ambil Jumat saja meski secara administratif sudah masuk di HRD.

Malam Jumat sudah meluncur dengan bis yang biasa ditumpangi warga kampung saya. Ya, meluncur dengan cepat dari Jakarta menuju kampung halaman. Ah ternyata cukup lama hingga 6 jam lamanya di perjalanan.

Esoknya, berkeliling silaturahim dengan teman-teman semasa sekolah dulu. Ngobrol ngalor ngidul dari urusan masa sekolah, kerjaan, hingga urusan cinta dan rumah tangga. Ya mungkin begitulah jika kita sudah lama tak ngobrol dan bertemu.Beberapa teman yang senasib, setia pada kesendirian, saya ajak mengunjungi Linggarjati dan Curug Sidomba yang memang posisinya cukup berdekatan. Meluncurlah dengan bermodal motor pinjaman dari adik, udah gede masih aja pinjam 😛

Meski terlahir di sini, ternyata saya tidak banyak mengenal daerah sendiri bahkan beberapa tempat wisata tidak pernah saya kunjungi. Curug Sidomba misalnya. Baru kali ini saya mengunjunginya. Tiket masuk dan parkir sebesar Rp 8.000,00. Ya cukup terjangkau dengan dompet saya.

Saking penasarannya saya segera meluncur ke curug dimaksud. Menuruni tangga kecil yang meliuk-liuk lalu menelusuri jalan kecil yang dikelilingi kolam buatan, dan juga sungai buatan yang berhulu di curug Sidomba. Ikannya cukup besar-besar, sangat pas untuk menu makan siang ikan bakar. Sayangnya ikan-ikan tersebut tak dijual 🙂

Curug Sidomba terletak di desa Peusing, kec. Cilimus Kab. Kuningan Jawa Barat. Lokasinya tidak jauh dari Museum Linggarjati, Cilimus, Kuningan. Kalau dari pusat kota Kuningan, bisa ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit via sepeda motor ke arah utara.

Tepat jam 11 siang, saya tiba di depan curug. Nampak beberapa orang sedang berfoto. Ada yang berdua dengan pasangannya –entah pasangan halal atau bukan, peduli amat– tentu mengganggu pandangan saya, sebab beberapa adegan sungguh bikin iri, ah anak muda zaman sekarang udah berani beradegan ‘indah’. Dalam hati ngedumel dan ngomel,  “eh burukeun atuh, saya mau motret objek di belakang kalian :-). objek-objek di belakang muda-mudi itu perlu diabadikan dengan kamera baruku, hehehe… jadi pamer. Ya kamera baru, cicilannya juga belum lunas. Tapi lumayan, dengan kartu kredit maka cicilannya 0%.

Sebenarnya beberapa objek sudah saya ambil dan ingin saya upload di blog ini, namun sayanngnya saat dibuka di laptop kok malah banyak yang blur dan putih? wah ini berarti memang masih belum bisa cara seting kamera yang baik dan benar.

Di samping itu sebenarnya karena objek Curug Sidomba kurang alami dan kurang bagus juga bila dibanding dengan curug-curug yang pernah saya kunjungi seperti Curug Malela, Curug Cimahi dll. Ya tapi sisi bagusnya adalah curug ini begitu adem, dan pas buat merenung dan menghilangkan penat Jakarta. Ya, lumayan. It’s not bad.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s