Menyoal Biaya Entertain

Teman: “Bro, jangan lupa minta uang entertain ya sama PM [Project Manager, red]. Kan, kita akan ketemu sama customer.”

Me: “OK!”

Awal saya masuk ke dunia pekerjaan ini, saya tidak begitu mengerti apa itu entertain. Ceritanya saat akan ada pekerjaan di luar kota, di formulir SPJ tertera angka-angka biaya-biaya ini dan itu. Salah satunya biaya entertain.

Ketika saya tanya ke bagian Admin yang mengurusi administrasi project dan keberangkatan saya ke luar kota, dia hanya menjawab:

“iya, itu uang entertain maksudnya ketika lo makan bareng sama customer pake uang itu, atau ketika ada biaya-biaya lain yang ga disebutkan di form, lo pake aja uang itu.”

Image

sumber picture: zazzle.com

Tentu, saya masih cupu dan polos :-). Sebab, istilah entertain ini baru saya temukan di perusahaan ini. Seiring berjalannya waktu, istilah ini semakin terdistorsi dalam pemikiran dan pemahaman saya selama ini. Istilah ini sangat multi-interpretasi. Setiap orang sepertinya bebas menafsirkannya. Awalnya hanya sekadar untuk makan bareng sama customer, karaoke atau main golf bareng, hingga ditafsirkan sebagai cara halus untuk ‘negosiasi’ sama customer agar project berjalan ‘lancar’.

Dalam dunia project, mungkin juga dalam project management, istilah entertain begitu luas digunakan. Bahkan dianggap sebagai hal yang sudah mafhum. Jadi sebenarnya apa itu entertain?

Ok, mari kita mulai dengan definisi. Menurut Miriam Webster online, entertain adalah:

– merawat, memelihara (maintain) atau juga bisa berarti menerima (receive)

– to show hospitality to <entertain guests>

– to keep, hold, or maintain in the mind <I entertain grave doubts about her sincerity>

– to receive and take into consideration <refused to entertain our plea>

– to provide entertainment for

– to play against (an opposing team) on one’s home field or court

sumber: http://www.merriam-webster.com/dictionary/entertain

Ada juga yang mendefinisikan seperti berikut:

  1. Provide (someone) with amusement or enjoyment.
  2. Receive (someone) as a guest and provide food and drink.

Jadi, mungkin ada benarnya pemahaman dan penafsiran teman-teman saya mengenai istilah entertain, sebagaimana dijelaskan oleh si Admin di atas.

Faktanya di lapangan, entertain memang sering dipakai dan digunakan oleh banyak kalangan, bahkan mungkin diimani oleh sebagian orang. Berita terakhir di TV, entertain yang dilakukan oleh si X yaitu dengan memberikan hadiah berupa wanita penghibur.

Masih ingat rekaman si AF: “Fustun au jawa asy syarqiyyah?” ?

Nah, ini mungkin akibat memahi entertain yang sangat bebas sebebas-bebasnya. Hingga entertain dipahami sebagai hadiah, suap, hingga wanita penghibur, dsb. Inilah sisi kelam dalam project, apalagi jika project nya bernilai triliyunan. Apa dikata, praktik ini terus dilakukan berbagai pihak yang terlibat dalam project.  Bagaimana dengan project pemerintahan?

Sejujurnya, saya sebagai Network Engineer yang terlibat dalam project, sering merasa gundah, dilematis dan bahkan dalam lubuk hati terdalam sering berkomentar “there must be something wrong with this!”. Sering juga berusaha menyudahi agar tak ada lagi biaya entertain dan melibatkan saya even sekadar makan bareng bersama customer.

Mungkin mesti segera berkonsultasi dengan para ulama ahli fiqh/ushul fiqh, apakah praktik entertain ini baik/halal atau tidak. Bagaimana hukumnya?

Astagfirulloh. Hanya dengan beristigfarlah yang bisa saya lakukan saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s