Implementasi Cisco Prime Carrier Management [IP NGN]

Suatu waktu saya diminta Bos untuk handle dan implementasi project Cisco Prime NGN. Saat itu, tepatnya tahun lalu (April-Mei-Juni 2013), project order sudah diterima dan tinggal menunggu perangkat datang. Awalnya saya tidak tahu apa itu Cisco prime NGN.

Berbekal bantuan Mbah Gugel akhirnya saya mendapatkan sedikit pencerahan. Berdiskusi dengan senior, malah bikin bingung tentu karena senior-senior pun tidak punya pengalaman mengenai Cisco Prime Saya kumpulkan data dan inventory terkait document guide mengenai NGN. Ah apa pula itu NGN.

Hal pertama yang saya dapatkan adalah BoQ [bill of quantity] yang datang dari Presales dan AM.

Kedua, adalah jumlah node [perangkat] Cisco yang akan dimonitor oleh Prime IP NGN.

Ketiga, bertanya kepada Tim Cisco Indonesia, siapa yang sudah implement Cisco IPNGN? sayangnya Om Hin dkk tidak memberikan jawaban yang baik dan melegakan hati. Yasudah, let see…

Setelah mempelajari beberapa dokumen, akhirnya mulai tercerahkan sedikit-demi-sedikit. So, dalam pemahaman saya bahwa Cisco Prime IP NGN atau sekaran dikenal dengan sebutan Cisco Prime Carrier Management adalah suatu software Network Monitoring System [NMS] yang diproduksi oleh Cisco dan diperuntukan bagi Service Provider. Software ini berbasis Java dan running under Linux atau Solaris.

Apa bedanya dengan Cisco Prime Infrastructure, Cisco Prime Collaboration, Cisco Prime Security Manager dsb? ya beda produk, beda peruntukan, beda fitur dll 🙂

 

source: cisco.com
source: cisco.com

Nah, apa itu Cisco Prime IP NGN [kita singkat Prime NGN; P-NGN]? P-NGN itu adalah NMS Suite yang terdiri dari beberapa module:

1. Cisco Prime Central –> konsolidator, SSO, management users, cross-launch antar prime.

2. Cisco Prime Network [Gateway dan Unit] –> abstraksi atau virtualisasi dari NE/perangkat

3. Cisco Prime Performance Manager (PPM) [Gateway dan Unit] –> monitoring performance perangkat

4. Cisco Prime Provisioning –> untuk provisioning misalnya  mpls, TE, l2vpn, l3vpn, dsb.

5. Cisco Prime Optical –> untuk monitor/provisioning perangkat transmisi semacam SDH/DWDM

Sayangnya, dalam project ini hanya no. 1 sampai no 4 saja yang diimplementasikan. Sebab, customer saya tidak membeli module no. 5.

Berbeda dengan CPI, tinggal cemplungin ke dalam ESXi lalu setup IP management, dns, ntp, snmp, dst. Di P-NGN ini kita betul-betul install layaknya Linuxer; install from the scratch.

  • Setup RAID
  • Install Linux dan partisinya
  • Install parameter-parameter OS (Setup firewall dan port-port yang dibuka dsb)
  • Install Prime IP NGN
  • Setup SNMP di Server P-NGN
  • Setup SNMP configuration di Network Element (NE)/Node.
  • Create Policy di P-NGN
  • Troubleshoot [tambal-sulam yang bolong-bolong]
  • Akses portal dan monitor P-NGN

So, how was the project? ya, lumayan. Basic dan prasyarat utama untuk implementasi P-NGN adalah wajib ngerti Linux dan server. Selebihnya SNMP dan network; TCP/IP.

Untuk LLD, MOP dsb Insya Allah akan saya tulis di postingan selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s