Cisco Prime Infrastructure Installation

There are some projects which I handle this year especially Cisco Prime Infrastructure (PI). PI is Network Monitoring System (NMS) produced by Cisco inc. PI is similar to other NSMs like Solarwind, Splunk, Cacti, CiscoWork or Cisco Carrier Management, etc.

Before PI, Cisco produced some NMS (Cisco Work, LMS, NCS, WCS). Now, Cisco is producing and developing PI to replace LMS. The LMS is only produced till 4.2 version and PI is introduced to replace it. PI is produced with 3 variants: Express, Standard and Professional. There is PI Express Custom, but it is not downloadable from cisco.com. PI Express custom is customized based on PI express.

Every variant has different coverage, depend on database that create in first installation. The specification  of RAM, HDD and CPU is also different.

When we deploying PI, the first thing that we need to consider several things:

1. How many devices (node) that will be covered by PI? we can use PI express, standard or professional for big deployment

2. How many space in our storage (HDD), RAM, or CPU?

3. Is it deployed in virtual machine (virtual appliance) or physical appliance?

4. Consider how many IP address which used by PI or others. For example, if we used UCS and VMware then we need some IP address for vSphere management, CIMC management or UCS Manager (Fabric Interconnect, etc)

5. Consider SNMP community and Node IP address which can be reached by PI. In my suggestion, used loopback ip address as snmp client (node/NE).

6. Prepare hostname, NTP, domain, & DNS address for used by PI to access internet and/or upgrade when we need to. Continue reading “Cisco Prime Infrastructure Installation”

TPA Bappenas

Akhir bulan Mei, saya mendaftar untuk ujian Tes Potensi Akademik (TPA) di Bappenas. Saya pun mencari informasi di Internet dan menemukan link di bawah:

http://www.upp-tpa.com/

Melihat jadwal, ternyata saya mendapatkan jadwal 25 Mei 2014 dengan biaya 325rb. Tanpa persiapan banyak karena waktunya mepet sedangkan tanggal terakhir pendaftaran online adalah 4 Juni 2014, lalu mendaftar dan bersiap ujian tanggal 25 Mei.Ini adalah pertama kalinya saya mendaftar ujian TPA 🙂

skor tpa

Di hari-H, hanya bermodal pensil 2B, rautan dan penghapus, saya hanya meluncur dan salah alamat pendaftaran di jalan Proklamasi No. 44 gedung Yarnati Lantai 3. Dan ternyata, lokasi ujian bukan di gedung ini 🙂 seharusnya saya menuju gedung Bappenas di Jalan Diponegoro Jakarta. Alhasil, saya sedikit tergesa-gesa. Continue reading “TPA Bappenas”

Menulis Proposal

Beberapa bulan ini saya disibukan dengan urusan pekerjaan sebagai Network Engineer seperti membuat file presentasi ke customer, membuat Low Level Design (LLD), Method of Prosedure (MOP) dan melakukan konfigurasi dan integrasi atau upgrade kapasitas backbone di salah satu ISP. Pekerjaannya sering di lakukan di malam hari bahkan harus pulang pergi ke beberapa daerah seperti Surabaya, Banjarmasin atau Palembang. Praktis, blog saya tidak diurus bahkan di hari libur Sabtu dan Minggu pun blog ini tidak sempat di-update. Karena saya harus melakukan dokumentasi dan membuat dokumen-dokumen seperti disebutkan di atas. Padahal menulis adalah salah satu cara saya menghilangkan stress dan pressure pekerjaan.Menulis pengalaman sehari-hari, menulis ide, menuangkan dan bahkan mencantumkan beberapa konfigurasi yang pernah saya lakukan di customer. Ini membuat saya cukup santai dan tidak stress.

the proposal

Di samping itu, kesibukan sedang melanda usaha kecil saya bersama teman sekampus. Continue reading “Menulis Proposal”

Nasib Network Engineer

Apa yang kita akan bayangkan jika handphone atau smartphone kita tidak mendapatkan sinyal? atau tidak bisa mengakses google play atau app store yang disebabkan ISP (provider internet) kita mengalami gangguan? tentu kita bertanya-tanya ada apa dengan Ind***t? ada apa dengan tel*****l?

telco engineer

Bagi kita seorang user, memiliki 2 handphone itu sudah umum dengan berbeda provider. Misalnya satu SIM card menggunakan provider A, satu SIM card menggunakan provider B. Hal ini bisa disebut redundancy. Namun ada juga yang menggunakan satu provider untuk 2 SIM card. Hal ini bisa terjadi karena kita merasa aman dan nyaman dengan fasilitas yang diberikan oleh si provider tadi. Bisa karena aspek ekonomi, atau memang karena sudah terlanjur ‘cinta’ dengan provider itu, atau memang ada juga yang karena nomor SIM card yang kita miliki sudah tersebar ke semua relasi dan teman-teman kita. Alhasil kita enggan menggantinya dengan provider lain.

OK, balik ke paragraf pertama. Apa yang sebenarnya terjadi jika provider kita menggalami gangguan. Inilah ‘peran’ seorang network engineer. Mari kita bahasakan ‘peran’ ini sebagai peran baik dan kurang baik.

Masih ingat kasus April 3, 2014? ah masa lupa 🙂 Continue reading “Nasib Network Engineer”