TPA Bappenas

Akhir bulan Mei, saya mendaftar untuk ujian Tes Potensi Akademik (TPA) di Bappenas. Saya pun mencari informasi di Internet dan menemukan link di bawah:

http://www.upp-tpa.com/

Melihat jadwal, ternyata saya mendapatkan jadwal 25 Mei 2014 dengan biaya 325rb. Tanpa persiapan banyak karena waktunya mepet sedangkan tanggal terakhir pendaftaran online adalah 4 Juni 2014, lalu mendaftar dan bersiap ujian tanggal 25 Mei.Ini adalah pertama kalinya saya mendaftar ujian TPA 🙂

skor tpa

Di hari-H, hanya bermodal pensil 2B, rautan dan penghapus, saya hanya meluncur dan salah alamat pendaftaran di jalan Proklamasi No. 44 gedung Yarnati Lantai 3. Dan ternyata, lokasi ujian bukan di gedung ini 🙂 seharusnya saya menuju gedung Bappenas di Jalan Diponegoro Jakarta. Alhasil, saya sedikit tergesa-gesa.

Ujian dimulai jam 13:00 hingg 16:30  dengan jumlah soal 280. Soal dibagi dalam 3 kategori: kemampuan verbal, Logika, kemapuan spatial. Test pertama cukup mampu dilewati, namun ketika masuk test kedua [logika] mulai otak diperas. Logika standar sih masih mampu, namun ketika topiknya sudah matematika dasar [segitiga, persamaan garis, persamaan kuadrat, deret, penalaran dsb], otak mulai mabok. Memang otak saya 6 tahun terakhir tidak pernah diajak mikir urusan matematika. Ngerti sih ngerti soal itu namun banyak lupa metode penyelesaian soal. Padahal saya ini alumni matematika loh 🙂 tentu ini sangat memalukan almamater Math Unpad. Soal matematika dasarnya itu mirip-mirip soal di SPMB. bagi yang pernah ujian SPMB tahun 2002-3004, mungkin materi matematika dasar ini sangat familiar. Namun karena otak tidak pernah diasah dengan matematika, alhasil skornya sangat-sangat jelek.

Apalagi, test bagian ketiga. Ini dia, test yang menguji kelemahan saya. Di sinilah kelemah saya. Kemampuan spatial [gambar-gambar 2D, 3D, ] membuat otak saya mengawang dan menerawang berimajinasi. Inilah kelemahan saya.. mati kutu mengerjakan soal-soal bagian ketiga ini. Alhasil, skor TPA untuk pertama kali ini sangat rendah.

Padahal skor TPA minimalnya 475, TOEFL minimal 475. So, pelajaran moralnya adalah harus sedia payung sebelum hujan. Belajar dulu yang giat sebelum ujian.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s