Iqro! Bacalah!

Orderan buku dari beberapa toko buku online sudah tiba di rumah, tinggal membacanya.

Bulan Agustus ini PR membaca beberapa buku masih belum selesai. Biografi 4 Imam Mazhab, Biografi Imam Bukhori (sayangnya sayah belum menemukan buku biografi penulis hadits yang lain seperti Muslim, Nasai, Tirmidzi, Abu Dawud atau lainnya). Nampaknya, mesti baca karya beliau-beliay terlebih dahulu atau komentar-komentar (syuruh) mengenai mereka. Juga beberapa biografi 4 kholifah.

Senin hingga Kamis digunakan untuk baca-baca materi Networking: Cisco, untuk update sertifikasi. Jumat-Ahad digunakan untuk baca-baca buku-buku non Cisco. Lalu baca Qur’annya kapan? Ya selepas sholat magrib 🙂 Jadi inget karya Sayyid Qutub belum selesai dibaca (12 jilid), padahal sejak 2012 terpampang di kamar :-(.

Mari kita mulai dengan membaca basmalah dan melanjutkan bacaan pertama, ‘Taajul Arus” karya Ibnu Athoilah.

Nasihat Ibnu Athoilah

“Ketahuilah, dalam maksiat terkandung sikap mengingkari janji, menceraikan tali kasih, pengutamaan makhluk dibanding Allah, ketaatan pada hawa nafsu, pelepasan rasa malu, dan peentangan kepada Allah dengan melakukan yang Dia benci.

Secara lahiriah, kemaksiatan akan menyebabkan keruhnya anggota tubuh, gelapnya pandangan mata, tumbuhnya rasa malas beribadah, keengganan menjaga kehormatan, hasrat mengikuti syahwat, dan lenyapnya ketaatan.

Secara batiniah, maksiat akan mengesatkan hati, mendorong jiwa untuk membangkang, menyempitkan dada karena desakan syahwat, menghilangkan nikmat ketaatan,  menghadirkan gambaran dunia yang menghalangi cahaya,  mengukuhkan dominasi nafsu, memunculkan keraguan, melalaikan tempat kembali, dan menyebabkan lupa menghisab diri.” (Ibnu Athoilah).

pas pisan, percis sama euy dengan pengalaman si sayah ‘tumbuhnya rasa malas beribadah’ :-((

Pantas saja cerita yang sering disampaikan para ulama dulu, konon katanya seorang ulama karena maksiat (tak sengaja melihat betis wanita non-muhrim) maka beberapa hafalan Quran/hadits-nya hilang. Apalagi sayah ya?? maksiat mulu, pantas saja makin butek 😦

 

Krisis Air Bersih

Juli dan Augustus 2015 ini, berita-berita di TV menyampaikan banyak wilayah-wilayah di Indonesia yang kekurangan air bersih. Di beberapa daerah di Jawa Barat, Jateng, Jatim dan seterusnya. Di kampung halamanku juga nampaknya sudah mulai kekurangan air. Kebanyakan sumur-sumur sudah mengering. Kalau sawah dan kebun-kebun hampir semuanya mengalami kekeringan. Bahkan banyak area pesawahan yang mengalami pecah-pecah struktur tanahnya. Menandakan daya air menipis dan mungkin menyisakan simpanan air di kedalaman beberapa meter.

Beberapa rumah yang memiliki sumur bor atau berlangganan air PAM, mungkin masih bisa mendapatkan pasokan air. Namun bagi yang mengandalkan sumur biasa yang umumnya memiliki kedalaman 3-15m maka pasokan air mulai menipis. Mengapa air begitu sulit didapatkan di musim kemarau ini?

Beberapa analisis menunjukan bahwa sumber-sumber resapan air makin menipis seiring dengan makin berkurangnya area hijau yang berupa hutan lebat yang penuh pepohonan. Di samping itu, konon kabarnya diakibatkan oleh maraknya pembangunan perumahan, gedung-gedung dan bangunan beton lainnya yang menyebabkan serapan air yang terhambat. Jika ada 1000 perumahan dibangun, namun jumlah pohon yang ditanam tidak sebanding dengan perumahan yang dibangun, dampaknya resapan air menjadi berkurang. Konon begitu. Saya sendiri cukup meyakini adanya kaitan antara jumlah areal hijau yang berkurang dengan kekurangan sumber air.

Nah, bagi kita diharapkan agar menyediakan area hijau dan sekaligus area kosong di sekitar rumah kita agar serapan air bisa memadai. Jika tidak, maka akan terjadi kekurangan air yang makin menjadi-jadi.

 

Karya Ibnu Athoillah

Alhamdulillah, pesanan buku dari penerbit Zaman sudah saya terima.

  1. Buku Taajul Arus karya Ibnu Athoillah
  2. Biografi Imam Hanafi
  3. Biografi Imam Maliki
  4. Biografi Imam Syafi’i
  5. Biografi Imam Ahmad bin Hanbal

Pesan buku di atas sebelum lebaran, namun karena saat itu masih ada kerjaan di luar kota H-2 Idul Fitri, akhirnya buku ini masih tersimpan dititipkan ke admin kantor, saya memohon bantuan beliau keep dulu. Selepas Idul fitri, baru saya ambil.

Buku pertama yang saya buka dan baca adalah karya Ibnu Athoillah. Seperti biasa, kebiasaan membaca yaitu dengan membaca daftar isi dan pengantarnya. Ketika membaca daftar isi, deg saja saya tersentak dan merasa  disentil dengan tulisan-tulisan beliau.Biasanya saya tidak pernah baca-baca buku-buku model begini. Pantas saja, hati saya keras tapi rapuh..hiks..hiks… 😦

Kita bener-bener diajak untuk tobat, bukan tobat sambal tapi taubat serius. karena titu adalah pintu awal. Mengingat dosa-dosa dan maksiat yang pernah dilakukan, rasanya malu melanjutkan baca bab berikutnya.

Install openLDAP di Centos

Alhamdulillah, setelah berbulan-bulan ngutak-ngatik ternyata openLDAP sudah berhasil diinstall di CentOS. Lega rasanya sudah bisa belajar Linux dan instal LDAP. Padahal cuma nginstal, belum terlalu sulit dibanding programming.

Nah, sebagai pengingat dan pembelajaran bagi saya dan teman-teman yang sedang belajar LDAP dan Linux, saya mendokumentasikannya dalam bentuk blog.

Note: saya menjalankan CentOS di virtual machin dengan NIC-nya di-NAT dan membiarkan CentOS saya bisa akses ke internet dengan modem yang saya miliki agar pada suatu waktu akan update paket atau sekadar Internet-an, maka CentOS saya bisa melakukannya.

Baiklah, kita mulai dengan persiapan:

  1. Siapkan koneksi Internet modem (running di Windows 7) dan hidupkan CentOS kita.
  2. Persiapkan paket yang akan kita install yaitu (openldap openldap-servers openldap-clients).
  3. Jika akan mengakses LDAP via web, saya menggunakan phpldapadmin. sehingga paket ini harus diinstall dari repository lainnya. Sehingga perlu memodifikasi repositorynya.

Continue reading “Install openLDAP di Centos”

Pesantren Pertanian @Jonggol Farm

Alhamdulillah, dengan bersusah payah menelusuri jalur panjang Jakarta – Jonggol menggunakan sepeda motor, akhirnya sampai juga.

Berangkat dari Jakarta jam 7.15 pagi, ah gara-gara bangung kesiangan. Baru bangun jam 5.30 dan ini gara-gara ada lembur (ups, nyalahin orang hehehe…). Berbekal alamat yang dipublish oleh madrasahpertanian.com dan meminta petunjuk arah dari seorang sahabat yang tinggal di Mekarsari, saya meluncur menuju Jonggol dengan rute Gatot Subroto – Pancoran – Pasar Minggu – Pasar Rebo – Jl. Raya Bogor – Cibubur Junction -Cileungsi-Mekarsari-Jonggol.

Nah, setelah kantor PLN Jonggol ada pertigaan dan petunjuk arah, jika lurus maka akan menuju Jonggol kota, Continue reading “Pesantren Pertanian @Jonggol Farm”

Mulai Bosan

Kerja di perusahaan orang, makin hari makin bosan. malas. Bawaannya pengen pulang dan selonjoran di kamar.

Situasi kerja mulai ga se-enjoy dulu. Makin hari makin sulit. Kebijakan perusahaan makin cost effective, makin menghemat. Beban kerja makin banyak, makin berat..

Ekonomi dan moneter makin melemah. Krisis ekonomi. Rupiah melemah. Krisis rupiah.