Pesantren Pertanian @Jonggol Farm

Alhamdulillah, dengan bersusah payah menelusuri jalur panjang Jakarta – Jonggol menggunakan sepeda motor, akhirnya sampai juga.

Berangkat dari Jakarta jam 7.15 pagi, ah gara-gara bangung kesiangan. Baru bangun jam 5.30 dan ini gara-gara ada lembur (ups, nyalahin orang hehehe…). Berbekal alamat yang dipublish oleh madrasahpertanian.com dan meminta petunjuk arah dari seorang sahabat yang tinggal di Mekarsari, saya meluncur menuju Jonggol dengan rute Gatot Subroto – Pancoran – Pasar Minggu – Pasar Rebo – Jl. Raya Bogor – Cibubur Junction -Cileungsi-Mekarsari-Jonggol.

Nah, setelah kantor PLN Jonggol ada pertigaan dan petunjuk arah, jika lurus maka akan menuju Jonggol kota, ke arah kanan tidak ada petunjuk jelas (patokannya tidak jauh dari kantor PLN Jonggol). Karena bingung, bertanyalah kepada warga di sana alamat Ds. Singajaya. Ternyata dari pertigaan tinggal belok kanan menelusuri jalan desa. Menelusuri jalan yang beraspal kurang bagus dan bertanya sana sini di setiap pertigaan. Alhamdulillah, sampai juga. 2,5 jam lamanya. Ini karena tersesat di perumahan Cibubur Village, muter-muter kesana kemari, tidak ketemu Cibubur Junction. Maklum baru pertama lewat jalur tersebut.

Seharusnya tiba jam 9, ternyata molor 1 jam. Dan ternyata acara pembukaan Madrasah Pertanian sudah dimulai. Ust. M. Iqbal sedang berceramah dan selesai sekitar jam 11:30. Alhamdulillah.

Isi ceramah-ceramahnya, secara umum hampir mirip dengan presentasi-presentasi beliau yang dipublish di situs geraidinar.com atau madrasahpertanian.com dan juga video di youtube, dengan beberapa tambahana hasil diskusi dengan peserta.

Berbagai konsep dan ide terkait petani, pertanian dan konsep agriculture secara umum juga bagaimana membangun komunitas dan pasar. Hmm,…konsep keberlangsungan ekosistem, pertanian hijau, saling tolong-menolong dalam kebaikan, dan konsep-konsep lainnya dalam Islam.

Pesantren Pertanian ini seharusnya saya ikuti selama 3 bulan full time, namun karena saya masih terikat bekerja di perusahaan orang maka saya pun tidak bisa mengikuti secara full time. Insya Allah, panitia juga mengizinkan untuk mengikutinya setiap akhir pekan. Kegiatannya akan mengikuti ‘santri’ yang mukim di sana.

Menurut panitia, kegiatan ‘nyantri’ tersebut akan dimulai pukul 3:30  dengan melakukan sholat malam, lalu sholat subuh dan ceramah-ceramah diniyah, dilanjutkan sarapan dan mandi. Selepas mandi, dilanjutkan dengan kegiatan pertanian dari dasar (pengetahuan tentang tanah, udara/iklim, dll),  membibitkan, menanam, merawat, memanen hingga memasarkan baik di pasar maupun di komunitas.

Selepas Zhuhur, kami makan bersama dimulai dari para ibu-ibu atau istri/anak dari para guru dan santri, lalu diikuti kaum bapak. Setelah makan, sebagian pulang (bagi yang tidak mukim) dan sebagian lagi menelusuri kebun dan peternakan kambing etawa, domba garut, beberapa domba wonosobo dan domba lainnya. Juga ada tempat pembibitan zaitun dan ladang kedelai.

Salah satu produk Jonggol Farm ini adalah susu kambing dalam bentuk kemasan cup dan kiloan. Saya pun membeli beberapa cup dan lumayan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s