Bola Tenis Mulai Memutar

Malam itu, malam Jumat. Oh bukan malam, malah dini hari yang beranjak fajar. 2-3 set kami bermain ping pong. Ini malam Jumat yang direncanakan untuk main ping pong sembari lembur. Eh ternyata lemburnya beneran lembur hingga jam 5.15 pagi masih berkutat dengan pekerjaan.

Sebenarnya dan seharusnya pekerjaan malam itu akan memakan waktu sekitar 1-2 jam saja. Namun karena ada masalah physical FO dan XFP yang tidak kunjung datang dari tim Juniper maka tersendatlah pekerjaan malam itu. Pekarjaan tersebut sejatinya dimulai dini hari yaitu jam 00:00 WIB teng. Namun, jam 3.20 pagi tim Juniper baru sampai dan membawa XFP. Nampaknya mereka kurang kordinasi dalam penyiapan saran dan prasarana.

Nah, karena cukup kecewa dengan keterlambatan mereka dan memang sudah menyiapkan bermain ping pong, maka tim kami segera meluncur ke meja ping pong. Tik tok tik tok suara bola ping pong dipukul bersautan. Smash satu sama lain saling berbalas. Dan tak terasa sekujur tubuh sudah berpeluh keringat. Alhamdulillah jam 3:15 sudah kecapean.

Ya, ping pong adalah olah raga masa kecil di SD dulu. Walah-walah, sudah lama tidak maen ping pong dan lumayan juga sudah setua ini masih kuat main beberapa set. Satu lagi olah raga yang sering dilakukan di zaman SD dan kuliah, badminton. Ah kedua permainan ini sama-sama mengasikan. Nampaknya, di periode kerja ini badminton perlu dicoba kembali. Olahraga lari, mungkin yang lebih mudah dilakukan karena minim biaya, tanpa alat, dan minimum fasilitas.

Ya, berolahragalah. Karena konon katanya, qiila waqiila, Nabi Muhammad mengajarkan agar kita berolah raga meskipun bukan secara eksplisit menyuruh berolahraga, namun berkuda dan memanah.

” ajari anak-anakmu berkuda dan memanah”. Sayah tidak tahu apakah betul ini perkatan beliau atau bukan. Nanti kita kroscek (takhrij) kalau ada kesempatan.

Advertisements

Rekor Lari Terburuk!!

Lingkar tengah Monas memiliki panjang sekitar 1100 m, –ini tertulis 1100 m di salah satu sisinya. Dua kali putaran hanya bisa ditempuh dengan catatan waktu 18 menit dan 14 detik. Artinya jarak 2200 m hanya bisa ditempuh dalam waktu 18 menit 14 detik, atau jika kita menghitung secara matematis adalah:

v = s/t

v= 2200/1094 s = 2,01 m/s.

Hanya 2 meter per detik.

Ya, inilah rekor terburuk sepanjang sejarah lari sayah. Eh padahal mah, lari juga ga terlalu rutin, Seminggu sekali saja. Ini pun kadang dirapel. Kalo minggu ini jadwal lari diikuti, maka minggu depan harus lari 2x.

Minggu lalu absen dari jadwal lari yang sudah ditentukan karena ada urusan di kampung halaman, –maklum orang kampung. Jadi, jadwal lari diliburkan 🙂

Minggu besok, rekor lari ini harus dipecahkan. paling tidak, kecepatan lari harus lebih dari 2 meter per detik. Jarak tempuh juga harus meningkat, ya jadi 3000 m.