Mengurung Diri

Apa yang Anda lakukan ketika stress menghampiri? Sebagian pria menjawab, merokok. Sebagian lagi menjawab, hiking, naik gunung, balapan, basket, lari 10km, nonton bola, atau menonton film. Sebagian wanita menjawab, makan bakso, mencicipi kuliner, membaca buku, nonton, atau listening music.

Apa jawaban saya? “tiduran, mengurung diri di kamar”. Hehehe….atau nyari project, nyari uang.

Ada 5 project yang saat ini dihandle, hampir tiap malam begadang dan on site di custumer: konfigurasi, dan migrasi. Gak susah sebenarnya, namun karena jadwalnya bersamaan, mau tidak mau harus mengorbankan waktu. Tiap Senin malam hingga kamis malam Jumat stay di customer dari jam 11 malam hingga jam 5 pagi untuk melakukan rekonfigurasi, dan migrasi. Selanjutnya selepas subuh tiduran. Bangun jam 10 atau 11 siang lalu makan, mandi dan sholat juga berleha-leha. Selepas dzuhur, cek email, create dokumen untuk malam berikutnya dan submit ke customer.

Dimana stressnya? di sini.

Begitu terus menerus dari awal Desember hingga 23 Desember ini. Udah gak masuk kantor atau sekadar gesek  absen finger print atau say hello ke teman-teman. Ke kantor hanya untuk ambil voucher taxi.

Apa yang terjadi jika bekerja terus menerus dan penuh deadline? hmm… nah di sini mulainya. Pressure dari customer agar segera menyelesaikan project hingga akhir Desember ini. Desember tersisa 5 hari lagi. Empat hari kerja, Senin – Kamis (28-31 Desember). Ya, waktu begitu cepat berputar. Satu project lagi di sisa minggu terakhir harus diselesaikan. Tapi inilah seninya dunia project.

Nah, kemana waktu weekend ini? Ya ngerjain project. Project di customer lain. Project tentara bayaran. Alhamdulillah, ada saja yang memberi kepercayaan untuk handle project di weekend. So, kapan ‘me time’-nya? kapan waktu buat cari istri? Kapan waktu buat berkenalan dan menjalin hubungan?? Padahal, kawanku yang biasa jadi partner di project sudah melepaskan maasa lajangnya di 20 Desember 205, di Balikpapan di kampung halamanya.

Ya…ya.. me ? I don’t know.

Balik ke topik mengurung diri.

Sebenarnya mengurung diri di kamar hanya beberapa jam saja yaitu selepas subuh hingga zuhur. Selepas itu buka komputer, baca dokumen guide, architecture guidance, design guide atau nonton cbt-nuggets. Ya, stress memang. Sehari-hari hanya itu-itu aja. Padahal biasanya kalo stress itu pergi hiking atau sekadar camping bersama teman-teman. Ya, mungkin tahun ini luput dari perjalanan ke gunung sekadar melepas penat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s