I’tikaf, antara syariat dan tradisi

Prof Nasarudin Umar mengingatkan jamaah agar selalu semangat beribadah di hari-hari terakhir Ramadhan dengan memperbanyak zikir, baca sholawat, baca quran, qiyamullail dan tadabbur kandungan alquran.

Beliau mengingatkan bagaimana dulu para sahabat Nabi Muhammad sangat bersemangat untuk qiyamullail sampe-sampe para sahabat menyiapkan tali penopang agar ia bisa tetap berdiri qiyamullail di sepuluh hari terakhir. Memaksa kaki dan tangannya agar mau diajak berdiri dalam rangka qiyamullail.

I’tikaf memang disyariatkan oleh Nabi kita, dan ini juga bukti kita sebagai pengikut dan bukti kita cinta kepada Nabi Muhammad.
Tentu saja bagi kita yang belum terbiasa dengan sholat malam, akan sangat susah untuk bangun dan bergegas ke tempat wudhu dan melaksanakan qiyamullail. Rasa kantuk dan lelah ditambah godaan syaitan yang menggoda kita untuk tetap terlelap.

Iman dan motivasi memang yang harus terus dipupuk agar kemalasan dan rasa kantuk bisa dilawan. Dimulai 00:30, sang qori melantunkan tilawah beberapa ayat..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s