Balik Nama Surat Pajak Bumi dan Bangunan

Beberapa hari libur, saya gunakan untuk pulang kampung sekadar melepas lelah dan kangen kampung halaman. Pagi hingga siang digunakan untuk berkeliling-keliling atau sekadar nongkrong di saung sambil ngopi di sawah. Sore hari hingga tengah malam digunakan untuk bersilaturahim dengan teman dan para senior di kampung, sekadar bercanda tawa, ngopi bareng dan berbagi pengalaman hidup berumah tangga dan bermasyarakat.

Suatu waktu, seorang kawan berkeluh kesah karena dia harus membayar sekian ratus ribu rupiah kepada aparat desa saat ia mau ‘balik nama’ SPPT PBB. Saya pun kaget dan mengerutkan dahi, kok semahal itu biaya balik nama pajak. Saya pun kroscek ke beberapa orang, salah satunya sepupu saya. Betul memang, sepupu saya pun telah selesai balik nama PBB dan biayanya ratusan ribu per SPPT.

Berbekal informasi di lapangan, saya pun mencari informasi tambahan di Internet bahwa biaya perubahan SPPT PBB adalah gratis. Lalu saya pun kroscek ke kantor Dinas Pendapatan Daerah (dulu namanya Dispenda), dan hasilnya benar memang gratis. Saya pun meminta informasi lainnya sebagai persyaratan, dan petugas Dispenda pun memberikan beberapa formulir sebagai persyaratan yang perlu dibawa saat pengajuan perubahan SPPT.

Berikut persyaratannya:

  1. Surat pengajuan perubahan SPPT (formulirnya bisa minta ke dispenda)
  2. Surat/akta jual beli tanah (jika hasil jual beli) atau surat pernyataan ahli waris jika objek pajak itu hasil waris.
  3. Surat pernyataan lainnya yang berisi informasi objek pajak (informasi alamat, denah/sketsa objek pajak dll)
  4. surat asli SPPT PBB.
  5. copy KTP.

Saya pun mencoba mengajukan perubahan tsb untuk kebun yang saya beli dari paman saya. Melengkapi semua persyaratan dan mengajukannya ke dispenda. Menurut petugas, akan diproses selama kurang lebih sebulan dan kita tinggal menunggu saja.

Advertisements