Ibuku sayang

Ba’da sholat Ashar, saya dan seorang teman lama ngobrol ngaler ngidul di tengah rumah sambil ngopi-ngopi sembari menunggu hujan mereda. Sesekali temanku ini memetik gitar menyanyikan beberap lagu. Saya hanya bisa menyimak petika gitar. Temanku ini lihai sekali main gitar, beliau orang bandung, yang umumnya banyak yang pandai memainkan gitar. Saya pun diajari beberapa teknik dasar memetik gitar yang lama sekali tak pernah diasah. Saya pun mulai memetik dengan teknik yang diajarkannya. Dan tak sabar untuk menyanyikan lagu favorit: Ibu (Iwan Fals).

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan

Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu

Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku

Dengan apa membalas…ibu…ibu….
Seperti udara… kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Kalo memainkan lagu ini, jadi teringat sama ibu yang sudah lama tiada, kadang suka meneteskan air mata tanpa sadar.

Tiba-tiba suara telpon berdering keras dan berkali-kali. Segera saja ku sambar telepon dan ku jawab salamnya.

my sister: wahaji Dersi teu aya.

me: innalillahi wainnailihi roojiuun.

Ternyata di akhir April 2017 ini satu-satunya uwa perempuan pulang ke rohmatullah. Beliau adalah kakaknya ibuku, orang yang paling dekat dan bahkan mirip wajahnya dengan ibuku. Dua minggu lalu beliau masuk rumah sakit karena sudah tidak bisa masuk apapun ke dalam tubuhnya. Rupanya sang kholik sudah menjemputnya.

Saya pun segera order Go-Jek dan meluncur ke terminal untuk pulang kampung. Sampai di kampung halaman ternyata sudah tengah malam, dan jenazahnya pun sudah dikebumikan.

Selepas subuh, saya pun berziarah ke makamnya. Makamnya tepat di samping teteh-nya, anak tertua, dimana sudah duluan berpulang ke rohmatulloh. Berdoa beberapa baris doa untuk uwa dan juga menziarahi ibu dan bapakku yang makamnya hanya beberapa meter dari makam uwa.

allahummaghfirlahum warhamhum wa’afihim wa’fu ‘anhum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s