Gagal 2017#2: Ditolak

Gagal di tahun 2017 #2 adalah lamaran ditolak. Sehari sebelum keluargaku datang, tiba-tiba ortunya membatalkan. Padahal seminggu sebelumnya, ortunya memintaku dan keluarga datang.

silakan aa nyari yang lain, neng mah blom mau nikah.

Padahal, waktu awal kenalan:

kalo aa mau serius, datang ke wali neng dan memintanya untuk dinikahkan. neng mah gak bisa nentuin.

Time heals every wound, begitu kata Ikal. Nah, yang selanjutnya tak usah diceritakan lebih detil. You must be know the ending.

Setelah beberapa hari, beberapa minggu merenung, baru sadar bahwa “ditolak” ini adalah ‘balasan’ atas penolakan saya pada seorang wanita beberapa bulan/tahun sebelumnya. #Sepele, karena bokapnya kebanyakan ngomongin dunia, harta dan jabatan. Antara minder dan illfeel#. Inilah ‘karma’ kalo dalam istilah keyakinan tertentu. Kalo pernah menolak, suatu saat akan ditolak. Impaslah. Istilah kita-nya, amal baik akan diganjar dengan kebaikan, dan sebaliknya, berbuat keburukan makan akan ada balasan atas keburukan yang kita lakukan. Ya, harus sadar dan introspeksi diri. Masya Allah.

Hikmah lainnya adalah kemungkinan besar (99%) saya ini belum baik, belum layak, belum pantas jadi calon suami, atau Allah punya skenario lain untuk kehidupan saya esok. Kudu memperbaiki diri, memantaskan diri, memlerbaiki hati, menyiapkan ilmu agar siap menjadi kepala rumah tangga, menjadi imam keluarga.

Harus memperbaiki kualitas ibadah sholat, shaum senin & kamis, sholat sunnah rowatib, sholat malam, tingkah laku, ucapan, cara bicara dan artikulasi, pokoknya semuanya kudu diperbaiki.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s