Exam 400-101 CCIE RS Written

Tanggal 28 Sept 2017, langsung ambil written RS sebagai prasyarat mengambil ujian lab CCIE RS. Beberapa persiapan dilakukan dengan membaca beberapa bahan belajar:

  1. CCIE RS v5.1 Official Cert Guid – Narbik
  2. Video INE RS v5 Written
  3. Cisco documentation

Ujian dilakukan di UI Salemba, bareng seorang temen yang mudah-mudahan kami bisa bareng ujian lab dan lulus di akhir tahun 2017 atau awal 2018. Alhamdulillah, ujian written ini lulus dengan skor yang cukup. Biaya $450 pun tidak sia-sia.

Next, persiapan ngelab. Biaya ujian akan lebih mahal yaitu skitar $1600. Semoga bisa nabung dan lulus ujian. Masih ada waktu beberapa bulan untuk ujian lab.

Advertisements

Upgrade Mikrotik RouterOS

Baru kali ini belajar mikrotik. Setelah pasang Fastnet, dan koneksi Internetnya di-bridge ke Mikrotik. Lalu nyobain beberapa hal, salah satunya bridging wireless mikrotik dan upgrade RouterOS.

Step 1: Donlot OS mikrotik, cari aja di Internet.

Step 2: Copy paste file routerOS ke FTP nya mikrotik, dimana sample di mikrotik milik saya memiliki IP Address 192.168.88.1

Step 3:Verify file sudah terupload. Defaultnya di menu File akan tersimpan imagenya.

Step 4: Reload mikrotik. Buka winbox, buka System –> Reboot

 

 

Target Bulanan Pasca Idul Fitri 1438 H

Setelah merenung sejenak di Pantai Bira, Bulukumba, Sulsel #lebay. Ada beberapa resolusi yang didapatkan:

1. Target menghafal suroh Albaqoroh.

2. Membiasakan membaca buku-buku non-related to job, baik fiksi maupun non fiksi seperti zaman kuliah dulu. Minimal 1 buku sebulan. Misalnya novel, sejarah, filsafat, ekonomi dll.

3. Target ng-lab CCIE SP dengan mengkhatamkam video INE, workbook.

4. Perkuat konsep Routing & Switching dengan membaca buku-buku RS, atau official cert guide, khatamkan buku MPLS Fundamental, MPLS Application dst.

Lalu target nikahnya kapan? Ya, serahkan saja sama Allah dengan terus memperbaiki diri dan memantaskan. Jauhi maksiat/dosa dan perbanyak kebaikan. Keep on focus.

Gagal 2017#3: Gagal Masuk Pasca UI

Nah, Ujian gelombang 2 SIMAK Pascasarjana UI pun gagal. 21 Juni 2017 sekitar pukul 14:00 hasil ujian pun diumumkan. Begini bunyinya:

Maaf, Anda belum lulus seleksi kali ini.

Hmm.. TPA scorenya yang burem ini mah, kalo bahasa inggris nampaknya cukup bagus. Belajar dari kegagalan toefl 2 bulan lalu. Soal TPA berjumlah 100, bahasa inggris 90. Sayangnya hanya bisa menjawab 45%-nya dari soal TPA, khawatir jika salah akan dikurangi 1. Kalo bahasa inggris tidak ada pengurangan nilai jadi dijawab semua. Tapi bersyukur juga sih gak lulus karena salah ambil jurusan. harusnya ambil elektro, ini malah ilkom 🙂

So, what the next? ITB masih ada gelombang ke-3. Sayangnya kampusnya di Bandung, kalo di Bandung harus full time. Gak bisa sambil kerja di Jakarta. Agak repot bolak-balik Jakarta – Bandung. Kalo di UI, masih bisa bolak-balik kantor, waktu tempuh sekitar 1 jam naik KRL. Jika ada kuliah pagi maka saya bisa masuk kantor siangnya.

Pilihan lain adalah resign dari kerjaan saat ini jika lulus. Pilihan yang sulit. Di ITB cukup repot persyaratannya. Selain TOEFL dan TPA, harus ada rekomendasi dari dosen atau atasan. Ribet jadinya. Minimum score TPA/TOEFL adalah 475/475. TPA belum ada score-nya. Ya alamat gagal maning. lagi-lagi gak persiapan. terlalu sibuk kerja.

Nampaknya tahun ini dipending dulu kuliahnya sambil ngumpulin uang buat biaya kuliah 2 tahun kedepan dan nyiapin buat masuk SIMAK UI lagi.

Paralel nyiapin ujian CCIE RS/SP atau DC. Jika lulus, lumayan ada benefit fee bulanan 10rebu. Nampaknya yang ini lebih tangible 🙂

Gagal 2017#2: Ditolak

Gagal di tahun 2017 #2 adalah lamaran ditolak. Sehari sebelum keluargaku datang, tiba-tiba ortunya membatalkan. Padahal seminggu sebelumnya, ortunya memintaku dan keluarga datang.

silakan aa nyari yang lain, neng mah blom mau nikah.

Padahal, waktu awal kenalan:

kalo aa mau serius, datang ke wali neng dan memintanya untuk dinikahkan. neng mah gak bisa nentuin.

Time heals every wound, begitu kata Ikal. Nah, yang selanjutnya tak usah diceritakan lebih detil. You must be know the ending.

Setelah beberapa hari, beberapa minggu merenung, baru sadar bahwa “ditolak” ini adalah ‘balasan’ atas penolakan saya pada seorang wanita beberapa bulan/tahun sebelumnya. Kalo pernah menolak, suatu saat akan ditolak. Impaslah. Istilah kita-nya, amal baik akan diganjar dengan kebaikan, dan sebaliknya, berbuat keburukan maka akan ada balasan atas keburukan yang kita lakukan. Ya, harus sadar dan introspeksi diri. Masya Allah.

Hikmah lainnya adalah kemungkinan besar (99%) saya ini belum baik, belum layak, belum pantas jadi calon suami, atau Allah punya skenario lain untuk kehidupan saya esok. Kudu memperbaiki diri, memantaskan diri, memlerbaiki hati, menyiapkan ilmu agar siap menjadi kepala rumah tangga, menjadi imam keluarga.

Harus memperbaiki kualitas ibadah sholat, shaum senin & kamis, sholat sunnah rowatib, sholat malam, tingkah laku, ucapan, cara bicara dan artikulasi, pokoknya semuanya kudu diperbaiki.