Darah Muda di 17 Agustus-an

sepakbolaSetiap Agustus, di kampung saya selalu diadakan pertandingan sepak bola yang diikuti oleh remaja hingga remako (remaja kolot, red.). Pertandingan sepak bola ini biasa diadakan di sore hari sekitar jam 3 hingga jam 5.30. Di awal tahun 200o-an, pertandingan itu dilakukan sebanya satu sesi per hari dengan waktu standar 2×45 menit. Namun semenjak 3-5 tahun terakhir ini pertandingan diadakan sebanyak dua sesi dan waktunya juga menjadi lebih sedikit yaitu 2×30 menit.

 

Setiap tahun, hanya pertandingan sepak bola saj ayang diminati banyak penonton. Pertandingan yang lain seperti bulu tangkis atau bola voly pernah dipertandingkan namun peminat dan penontonnya tidak banyak. Alhasil, kedua jenis olah raga ini tidak dipertandingkan lagi. Pertandingan hanya dilakukan oleh segelintir orang yang memang berminat dan karena hobi. Namun, sepak bola memang menjadi olah raga yang merakyat dan sangat diminati oleh banyak orang.

Di tahun 2000-an, setiap RW atau dusun mengirimkan satu tim, misalnya Dusun Manis mengirimkan tim denga Continue reading “Darah Muda di 17 Agustus-an”

Iklan Bayi dan Uang

Image Imagesumber: facebook.com

Apa yang kita pikirkan ketika di halaman facebook kita terdapat foto-foto seperti di atas?

ih lucunya anak itu?

so cute?

hmmm, ngegemesin banget 😀

Sekilas, fokus kita adalah pada balita-balita mungil tersebut yang begitu menggemaskan dan lucu, ingin mencubit, ingin mencumbunya. Mari kita perhatikan lebih detil dan menyeluruh.Hmm,.. sudah terlihatkah? ada apa dengan botol-botol itu di samping balita lucu nan menggemaskan itu? mengapa ada botol-botol itu di samping balita? Apakah tidak ada objek lain selain objek product itu, misalnya ayah bundanya,  neneknya, atau objek lain semisal bunga, atau object netral lainnya.

Tentu foto-foto ini tidak begitu saja muncul di halaman facebook akun kita, tentu “tamu” ini tidak datang begitu saja ke halaman kita.

  • Balita dan iklan
  •  Marketing Gratis
  •  Prize vs Prestige
  • Marketing Cost

Keuntungan dan Kapitalisme

Sebuah Renungan

Relakah kita, anak kita menjadi “artis” dan objek marketing dari suatu product demi mendapatkan hadiah 50jt? sebagai suami, bapak, kakak, atau saudara, apakah tidak mampu mendapatkan 50jt untuk pendidikan anak kita? Sedangkan keuntungan produsen itu akan jauh lebih besar ketimbang uang 50jt. Ataukah memang kita menyukai hal-hal instan dan cepat untuk mendapatkan uang?

Itu semua kembali ke diri kita masing-masing.

Kesimpulan

Sebagai orang tua, tentu kita harus jauh lebih bijak dalam mengarungi dan menapaki samudera kehidupan. Tidak semua bisa diselesaikan dengan uang. Uang memang penting, namun anak kita jauh lebih berharga ketimbang uang 50jt.

It’s only my two cents.

Jakarta, Januari 2014

TPA Bappenas

Akhir bulan Mei, saya mendaftar untuk ujian Tes Potensi Akademik (TPA) di Bappenas. Saya pun mencari informasi di Internet dan menemukan link di bawah:

http://www.upp-tpa.com/

Melihat jadwal, ternyata saya mendapatkan jadwal 25 Mei 2014 dengan biaya 325rb. Tanpa persiapan banyak karena waktunya mepet sedangkan tanggal terakhir pendaftaran online adalah 4 Juni 2014, lalu mendaftar dan bersiap ujian tanggal 25 Mei.Ini adalah pertama kalinya saya mendaftar ujian TPA 🙂

skor tpa

Di hari-H, hanya bermodal pensil 2B, rautan dan penghapus, saya hanya meluncur dan salah alamat pendaftaran di jalan Proklamasi No. 44 gedung Yarnati Lantai 3. Dan ternyata, lokasi ujian bukan di gedung ini 🙂 seharusnya saya menuju gedung Bappenas di Jalan Diponegoro Jakarta. Alhasil, saya sedikit tergesa-gesa. Continue reading “TPA Bappenas”